Saturday, 18 September 2010

Negara Pilihan Pelabur, M'sia Corot, Indo Melonjak

DAMANSARA 18 SEPT: Ketua Umum Parti Keadilan Rakyat (PKR), Datuk Seri Anwar Ibrahim hari ini berkata, Malaysia akan terus kehilangan pelabur selagi amalan rasuah, sistem keadilan yang bersih dan kepimpinan yang culas.

Katanya, semua pihak harus berasa bimbang dengan Laporan Bank of America Merill Lynch yang menempatkan Malaysia sebagai antara negara di Asia Pasifiz yang tidak digemari pelabur berdasarkan tinjauan di kalangan pandangan pengurus dana.

Beliau kesal kerana pentadbiran Datuk Seri Najib Razak cuba memberi gambaran serba indah, hakikatnya Malaysia jatuh dua anak tangga dari kedudukan di tangga ke 10 dan kini di kedudukan tercorot.

“Pastinya berita ini menerbitkan rasa bimbang saya berhubung kedudukan ekonomi semasa negara tatkala kononnya pentadbiran Najib akan mengemukakan satu kebijakan ekonomi yang diwar warkan bertujuan menarik minat pelabur,” katanya.

Ketua Pembangkang itu berkata beberapa perkara mustahak wajar diberi perhatian terutama pandangan pelabur yang melihat Malaysia sebagai tidak lagi mampu bersaing dengan negara jiran seperti Indonesia.

Berbeza dengan Malaysia, Indonesia melonjak 10 anak tangga ke kedudukan 44 dari 139 mengikut tinjauan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum).

Anwar turut sangsi dengan perincian Model Ekonomi Baru (MEB) yang bakal diumumkan Najib sebagai usaha memulihkan ekonomi negara yang lembap.

Katanya, hasrat kerajaan untuk menjana pelaburan bernilai RM 2.2 trillion dalam masa 10 tahun dengan 92 peratus datangnya dari pelaburan swasta, pasti menimbulkan kemusykilan lantaran pelabur menjauhi Malaysia.

“Pemerintah harus sedar, kebijakan ekonomi yang menafikan perkara dasar serta gagal memberi keutamaan untuk melakukan perubahan terhadap sistem yang curang pastinya dipandang sepi.

“Secara tuntas saya tegaskan, pelabur memberi keutamaan terhadap sistem keadilan yang bersih, iklim yang tidak rasuah dan culas serta kepimpinan negara yang meyakinkan.

"Pembentangan serta perincian dasar ekonomi namun menafikan perkara yang mendasar tersebut hanya akan disambut dingin,” katanya.

Malangnya, Anwar berkata hakikat ini terus dinafikan elit pemerintah walaupun rakyat terpaksa menderita menahan beban.

Melayu Terkaya Di Malaysia

Melayu Terkaya Di Malaysia.

Tan Sri Robert Kuok terus mempertahankan kedudukkan sebagai rakyat Malaysia terkaya di Malaysia dengan kekayaan sebanyak US$ 12 bilion. Tempat kedua masih kekal ditangan Tan Sri Ananda Krishnan dengan aset sebanyak US$ 8.1 bilion dan tempat ketiga ialah Tan Sri Lee Shin Cheng sebanyak US$ 4.6 bilion.
No.8- Tan Sri Syed Mokhtar Al-Bukhary ( $ 1.7 bilion )
No.11- Tan Sri Azman Hashim ( $ 660 juta )
No.21- Datuk Kamarudin Meranun ( $ 300 juta )
No.23- Datuk Shahril & Shahriman Shamsuddin ( $ 270 juta )
No.26- Datuk Mokhzani Mahathir ( $ 215 juta )

No.27- Ahmayuddin bin Ahmad ( $ 210 juta )

No.32- Datuk Nazir Razak ( RM 145 juta )
No.33- Raja Datuk Seri Eleena Sultan Azlan Shah ( $ 141 juta )
No.35- Tan Sri Rozali Ismail ( $ 136 juta )
No.39- Datuk Hamed Sepawi ( $ 120 juta )
No.40- Datuk Syed Mohd Yusof Tun Syed Nasir ($ 110 juta)

Monday, 6 September 2010

Bisnes Daging Halal Marak Di Perancis

Quick bersaing dengan McDonald di pasar burger Prancis

Quick bersaing dengan McDonald di pasar burger Prancis

Bisnis daging halal marak di Prancis

BBC Indonesia 6 September 2010: Pasar produk halal, khususnya daging, tumbuh pesat di Prancis dalam beberapa bulan terakhir.

Pekan ini jaringan restoran hidangan siap saji, Quick, mengumumkan 22 dari restorannya kini akan menyuguhkan daging halal saja.

Quick merupakan jaringan restoran burger peringkat kedua di Prancis setelah McDonald.

Quick telah mengujicoba memasarkan daging halal di delapan restoran dalam sembilan bulan terakhir. Langkah itu mengundang kecaman dari beberapa politisi dan intelektual yang khawatir bahwa nilai-nilai sekuler Republik Prancis dikhianati.

Makanan halal sudah menjadi bisnis besar di Prancis, dan tumbuh pesat.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di Eropa, sekitar enam juta jiwa, pasar produk halal bernilai 5,5 miliar euro, atau sekitar dua kali nilai pasar makanan organik.

Meski burger yang disajikan di Quick benar-benar halal, para pakar meragukan seberapa banyak yang dijual di tempat lain halal.

Rachid Bakhalq, pemilik supermarket halal di Nanterre, pinggiran utara kota Paris, mengatakan pasar dibanjiri produk palsu.

Dia mengatakan kepada BBC bahwa ''80% produk halal berbasis daging sama sekali tidak halal,'' katanya.

Ketika ditanya bukti yang dia miliki untuk mendukung pernyataannya, dia mengatakan di pasar grosir yang dia datangi di luar Paris, ''ada orang di sana yang siap memberikan stempel pada apa pun yang anda inginkan halal, hanya karena mereka punya uang dan mereka mengutip 15 sen per kilo hanya untuk membubuhkan stempel ke produk apa pun yang anda kehendaki distempel halal.''

Klaim semacam ini umumnya diakui oleh banyak warga Muslim.

Sistem tidak sempurna

Banyak konsumen menghendaki produk bersertifikat halal

Semakin banyak konsumen di Eropa membeli produk halal

Abbas Bendali, seorang ahli pemasaran yang mengkhususkan diri pada produk etnis dan minoritas, mengatakan masalahnya adalah bahwa ada begitu banyak organisasi yang terlibat dalam sertifikasikan produk halal.

''Di Prancis hari ini, ada hampir 50 organisasi yang mengeluarkan sertifikasi daging halal,'' ujar Bendali.

''Masuk akal bahwa untuk pasar yang akan bernilai 5,5 miliar euro pada tahun 2010, mestinya hanya ada satu sertifikasi. Itulah yang dikehendaki konsumen, dan itulah yang dikehendaki industri,'' ujarnya.

Para pejabat di beberapa masjid di Paris mengatakan bahwa dengan sumber daya terbatas dan beragam organisasi yang terlibat, sulit untuk memastikan bahwa ada tenaga berkualifikasi bertugas sepanjang waktu untuk memantau semua hewan yang disembelih sesuai dengan ketentuan ketat makanan Islami,'' katanya.

Kamel Kabtane, pimpinan sebuah masjid besar di Lyon, dan bertanggungjawab atas isu halal di Dewan Muslim Prancis, mengatakan kepada koran Le Parisien bahwa pemeriksaan tidak cukup ketat untuk 40-50% produk yang dijual dengan labael halal Prancis.

Dewan itu berniat memperkenalkan piagam nasional yang akan ditandatangani seluruh masjid dan organisasi yang terlibat dalam sertifikai daging halal.

Saturday, 28 August 2010

Gelombang Baru Krisis Ekonomi AS

Friday, 27 August 2010: Dalam beberapa pekan ini, prediksi munculnya gelombang baru krisis ekonomi di Amerika Serikat terus mengalir deras. Nouriel Roubini, Dosen Universitas New York dalam wawancara dengan televisi Bloomberg memprediksi bahwa kemungkinan terjadinya krisis finansial dan resesi ekonomi di AS melebihi 40 persen.

Ditegaskannya, tingkat pertumbuhan ekonomi AS pada triwulan kedua 2010 pada kondisi terbaik hanya bertengger di posisi 1,2 persen. Angka ini lebih rendah dari prediksi Departemen Perdagangan AS yang mematok angka 2,4 persen.

Ekonom AS ini menilai pertumbuhan ekonomi negaranya pada semester kedua 2010 lebih kecil dari semester pertama. Meski pemerintah AS merogoh dana raksasa senilai 814 milyar dolar dari kas negara, namun negeri Paman Sam itu hingga kini masih terus dibayangi krisis ekonomi.

Senada dengan Roubini, ekonom AS lainnya, Michael Schneider mengungkapkan bahwa ekonomi nasional AS diambang kehancuran. Ditegaskannnya, kian hari kita menyaksikan kondisi ekonomi AS semakin memburuk.

Tidak hanya kalangan akademisi AS sendiri yang memprediksi munculnya gelombang baru krisis ekonomi di AS. Baru-baru ini, Roger Von Hanwehr, CEO Arcxeon international menuturkan bahwa kondisi ekonomi AS saat ini lebih buruk dari dua tahun lalu, ketika puncak krisis ekonomi menghantam dunia.

Tidak hanya itu, CEO perusahaan investasi raksasa dunia itu memprediksi bahwa dampak krisis ekonomi baru yang akan menimpa AS akan lebih dahsyat dari krisis 2008. Sebab, utang negara Paman Sam itu membengkak beberapa kali lipat dibandingkan dua tahun silam.

Kondisi tersebut dipicu sejumlah faktor seperti besarnya dana perang Irak dan Afghanistan yang mencapai milyaran dolar, bail out bank dan institusi finansial raksasa yang gulung tikar, anjloknya produksi industri domestik AS dan merosotnya tingkat daya beli rakyat.

Para analis ekonomi mengingatkan, jika kondisi ekonomi AS terus-menerus seperti itu, maka dalam jangka panjang rakyat negara ini terpaksa menumpuk makanan dan keperluan pokoknya. Karena utang pemerintah AS semakin menumpuk dan kondisi ekonomi negara ini kian hari semakin memburuk.

Bersamaan dengan itu, data statistik terbaru mengenai penyitaan rumah di AS semakin memperkuat prediksi memburuknya ekonomi negara adidaya itu. Koran USA Today menulis, jumlah keluarga yang kehilangan rumahnya akibat krisis ekonomi terus bertambah dalam beberapa pekan terakhir. Dilaporkan, selama dua tahun lalu, bank dan institusi finansial telah menyita 2,6 juta rumah, karena pemiliknya tidak mampu membayar cicilan kredit rumah mereka. Para ekonom menilai adanya hubungan langsung antara tingkat pengangguran yang tinggi dengan lonjakan penyitaan rumah yang semakin mengkhawatirkan.(IRIB/AK)

Friday, 20 August 2010

Pelaburan Pulau Pinang melonjak RM1.53 bilion


GEORGETOWN, 20 Ogos 10:Kerajaan Negeri Pulau Pinang pimpinan Pakatan Rakyat (PR) telah berjaya melonjakkan pelaburan sebanyak RM1.53 bilion sehingga bulan Jun tahun ini.

Menurut Ketua Menteri, Lim Guan Eng, tempat pertama mencatat pelaburan tertinggi ialah Selangor diikuti Johor, Kedah serta Perak.

"Statistik ini adalah berdasarkan laporan pelaburan terkini di Malaysia bagi tempoh Januari hingga Jun 2010 yang dikeluarkan oleh Lembaga Kemajuan Perindustrian Malaysia (MIDA).

"Walaupun kita tidak dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan sebanyak RM4.2 bilion bagi tahun ini, kerajaan negeri pimpinan PR akan terus berusaha bagi merealisasikan matlamat tersebut," katanya dalam sidang media semalam.

Tambahnya lagi, sasaran yang telah diletakkan bagi tahun ini adalah dua kali pelaburan jika dibandingkan dengan tahun 2009 sebanyak RM2.1 bilion.

Beliau juga berkata, keyakinan tetap ada kerana potensi bagi pelaburan pada suku kedua adalah agak positif bagi mencapai sasaran dan matlamat yang telah ditetapkan.

Katanya, walaupun Kerajaan Negeri Pulau Pinang sering dihimpit dengan pelbagai serangan oleh Umno dan Barisan Nasional bagi menggugat kestabilan yang sedia ada, kejayaan demi kejayaan yang dipamerkan oleh pimpinan kerajaan negeri sukar untuk digugat sehingga kini.

Yang terbaru ialah pengumuman kerajaan negeri bagi memberikan wang khas berjumlah RM1.5 juta kepada 3,577 kakitangan dan penjawat awam menjelang Aidilfitri yang akan datang sebagai menghargai sumbangan mereka.

Wednesday, 18 August 2010

Tehran: Arab Jangan Mau Dijadikan Mesin Uang Washington

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Republik Islam Iran, Ramin Mehman-Parast menyatakan bahwa Iranphobia bertujuan menakut-nakuti kawasan. Menurut Mehman-Parast, cara itu efektif mendorong negara-negara kawasan supaya membeli senjata Barat. Mehman-Parast di konferensi pers, hari ini (Selasa, 17/8) menyinggung ratifikasi penjualan senjata senilai lebih dari 60 milyar dolar AS ke negara-negara Arab dan Teluk Persia dengan alasan menghadapi infilterasi Iran di kawasan. Ia menambahkan, " Intimidasi semacam ini sengaja dimunculkan AS dan Rezim Zionis Israel dengan tujuan Iranphobia dan Islamphobia."

Juru Bicara Deplu Republik Islam Iran juga mengatakan, "Negara-negara Arab harus mewaspadai konspirasi para pejabat AS dan Zionis Israel yang ingin menjadikan kawasan sebagai mesin uang pabrik-pabrik senjata mereka."

Adapun mengenai kemungkinan serangan Israel ke reaktor nuklir Bushehr, Mehman-Parast menyebutnya sebagai perang urat syaraf. Dikatakannya pula, "Segala bentuk pelanggaran terhadap reaktor ini akan direaksi secara serius." Mehman-Parast menambahkan, "Berlandaskan ketentuan internasional, reaktor-reaktor yang punya bahan bakar nuklir sebenarnya, tidak dibenarkan mendapat gangguan dan serangan. Untuk itu, segala serangan melanggar ketentuan yang ada."

Lebih lanjut Jubir Deplu Iran menyatakan bahwa intimidasi Rezim Zionis Israel terhadap Iran hanyalah pernyataan yang diulang-ulang dan tidak ada efeknya. (IRIB/MF)